Dari Kegagalan Menuju Kesuksesan sebagai Prajurit TNI AD

Hai teman-teman, perkenalkan nama saya Agung Pratama. Saya berasal dari Tegal, Jawa Tengah, dan merupakan alumni MA Al-Anwar 2 Sarang, lulus pada tahun 2020 dari angkatan 12 Nabrotuddahr. Saya ingin berbagi cerita perjalanan hidup saya yang mungkin bisa menginspirasi kalian, khususnya yang sedang berjuang meraih mimpi.

Dari kecil, saya sudah punya impian besar—menjadi seorang Prajurit TNI AD. Bagi saya, menjadi prajurit bukan hanya soal prestise atau seragam gagah yang dikenakan. Lebih dari itu, ini adalah tentang pengabdian pada negara, memberikan yang terbaik dari diri saya untuk melindungi dan melayani bangsa ini.

Namun, seperti kata pepatah, “jalan menuju impian tidak selalu mulus.” Setelah lulus dari pesantren, saya langsung mencoba peruntungan untuk masuk TNI AD. Dengan semangat yang membara, saya mengikuti seleksi untuk pertama kalinya. Tapi kenyataan tidak selalu seindah harapan. Saya gagal dalam seleksi pertama. Saat itu, rasanya dunia runtuh. Saya merasa sangat kecewa dan bertanya-tanya, apakah impian saya memang terlalu tinggi?

Tetapi, kegagalan itu tidak membuat saya patah semangat. Saya percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan sebuah proses belajar. Jadi, saya kembali mengikuti seleksi kedua. Kali ini, dengan persiapan yang lebih matang dan mental yang lebih kuat. Namun, takdir berkata lain—saya gagal lagi untuk kedua kalinya. Rasa kecewa itu semakin besar, tetapi saya sadar bahwa menyerah bukanlah pilihan. Kegagalan ini malah menjadi bahan bakar untuk terus maju.

Selama proses ini, saya tidak sendirian. Saya selalu meminta doa dan restu dari orang tua, guru-guru di pesantren, dan tentu saja dari KH Abdullah Ubab MZ. Doa mereka menjadi sumber kekuatan saya. Setiap kali merasa ragu, saya ingat nasihat dari guru-guru saya di pesantren, yang selalu menekankan pentingnya usaha, doa, dan tawakkal.

Tak hanya itu, saya pun berlatih keras setiap hari. Fisik dan mental saya terus ditempa. Setiap pagi, saya bangun lebih awal untuk berolahraga, melatih ketahanan fisik, dan meningkatkan kemampuan saya. Saya tahu, untuk menjadi prajurit, saya harus siap menghadapi segala tantangan, baik fisik maupun mental. Setiap hari saya berusaha menjadi versi terbaik dari diri saya.

Pada tahun 2021, saya kembali mengikuti seleksi untuk ketiga kalinya. Kali ini, saya benar-benar fokus. Saya berusaha sekuat tenaga dan berdoa dengan penuh harapan. Dan, Alhamdulillah, usaha saya tidak sia-sia. Saya berhasil lolos seleksi dan resmi menjadi prajurit TNI AD. Ketika menerima kabar kelulusan, saya tidak bisa menahan air mata bahagia. Semua perjuangan, semua pengorbanan, akhirnya terbayar.

Melalui kisah saya ini, saya ingin mengingatkan teman-teman semua bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Jangan pernah biarkan kegagalan menghentikan langkahmu. Setiap kegagalan adalah kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik. Jangan pernah menyerah pada impianmu, berjuanglah terus, karena di balik setiap kegagalan, selalu ada kesuksesan yang menanti.

Ingatlah, impian kita tidak akan terwujud tanpa kerja keras, doa, dan restu dari orang-orang yang kita cintai. Jadi, tetap semangat, tetap berusaha, dan jangan lupa untuk selalu berdoa. Yakinlah, jika kamu terus berjuang dan tidak pernah menyerah, impianmu pasti akan tercapai.

Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kalian semua untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan berjuang. Ayo, kita wujudkan mimpi-mimpi kita bersama!


Semoga cerita ini memberikan inspirasi dan semangat kepada anak muda yang membacanya untuk terus berjuang meraih impian mereka!

Share your love

4 Comments

  1. Inspirasi bagus banget,moga jd prajurit yg tangguh dan amanah semangat membela agama dn negara.
    Mohon doanya putri saya juga lagi berjuang pendaftaran ,AD gagal,STIN ,AL gagal insya Alloh desember mendaftar mencoba lagi di AL terima kasih

  2. Alhamdulillah, luar biasa pengalaman dr ananda, saya walisantri dari Jauza Adiba Sulistyani kelas XII kegamaan yang sangat mengapresiasi semua kegiatan dari ponpes Al Anwar 2. Sharing pengalam ini semoga bisa memotivasi adik2 kelas agar tetap semangat untuk menggapai cita2nya. Namun saya berharap di tengah gencarnya modernisasi yang memang tidak bisa terbendung, ponpes Al Anwar tetap mempertahankan idealismenya menciptakan santri yang tetap tawaduk dan bernalar ktlritis. tetap mempertahankan ilmu2 salaf yang bisa membekali anak2 kami mengarungi samudera kehidupan. Terima kasih

  3. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    MasyaAllah.Tabarokallaah,kisah ini mengingatkan saya di th 2000
    Adik saya di ponpes selama 3 tahun,
    lulus dari SMK mendaftar jadi prajurit TNI AL, awal mendaftar di tahun 2001 adik saya gagal karena di kaki adek saya ada bekas luka mata ikan dan sering sakit jika dipakai berlari,tidak pantang menyerah di 2002 daftar lagi dan gagal lagi (karena adik saya sakit hepatitis),setiap hari kedua orang tua membuatkan jamu herbal dari rempah2 yang rasanya sangat luar biasa pahit nya, Bapak dan ibuk saya benar benar hawatir jika pendaftaran yang ke tiga adik saya gagal lagi,karena kami 5 bersaudara dan bapak ibuk masih merawat anak saudara ibuk yang yatim,dan adik saya ini satu satunya anak laki-laki,doa2 dari orangtua dan kami saudara- saudara perempuan nya selalu terucap setiap saat,memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan penuh harapan, mengamalkan apa yang di ijazahkan dari kyai kami,selalu membaca surat Al Fatihah 50 kali selesai Tahajjud,sowan Kepada Beliau K.H.Zainuri Alm disetiap waktu,dan tentunya kepada asatidz pesantren,Alhamdulillaah pendaftaran ke tiga adik saya lolos di TNI AD,saat itu hati kami sekeluarga sangat bahagia atas tercapainya cita cita adik dan saat adik saya tinggal di Cijantung,Jakarta Timur, Alhamdulillah dengan keahlian nya di bidang renang, adik saya sering melatih prajurit prajurit baru TNI AD, Alhamdulillah santri nderek dawuh Kyai,dawuh asatidz,berbakti kepada orangtua cita cita dikabulkan Allah SWT, 3 tahun menjadi santri tidak menutup jalan untuk menjadi TNI,mari bersemangat adik2 santri yang lain,lebih giat belajar dan jangan bermalas malasan,tak ada sesuatu yang sulit jika kita mau berusaha,berdoa dan nderek dawuh Kyai & ibu Nyai,semoga adek adek santri yang lain terinspirasi dan semoga ilmu yang di dapat dari nyantri bermanfaat dunia Ahirat.Aamiin3 Ya Robbal’alamin.

    Surga buat Bp.KH Zainuri & Nya.Hjj.Asiah Pengasuh pondok Pesantren Mazroatul Ulum Lemahbang ketuwan,kedungtuban Blora.
    Salam tawadhu’ kami untuk zuriyah zuriyah beliau yang semuanya alumni PP Al Anwar sarang Rembang.
    Jazakumullaah Khoiron katsiiron.Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *