Syaikhina KH. Abdullah Ubab Maimoen

  • KELAHIRAN

Abah Ubab, sapaan yang sudah tidak asing lagi ditelinga para Santri di Pondok Pesantren Al Anwar 2. Beliau adalah Putra dari sepasang Mahkota Ulama’ yakni Almagfurlah KH. Maimoen Zubair dan Bu Nyai. Hj. Fahimah binti Baidlowi Lahir di Sarang pada Hari Senin 22 Dzulhijjah 1374 H atau tepatnya pada tanggal 10 Agustus 1955 M.

Sebagai Putra Pertama dan lahir di Lingkungan Pesantren, sejak masih kecil Abah Ubab Sudah terdidik dengan ajaran para Ulama Salaf, Mulai dari Mengaji, Jamaa’ah, Sekolah Madrasah adalah kebiasaan sehari-hari yang sudah menjadi didikan Putra kyai, sehingga tak heran jika akhirnya membentuk pribadi yang Sholeh dan memiliki Wawasan Intelektual yang tinggi.

 

  • PENDIDIKAN

Pada Usia 6 tahun Beliau sudah mengenyam Pendidikan Sekolah Salaf yaitu MGS (Madrasah Ghozaliah Syafi’iyah) di Sarang hingga kelas 3 Tsanawy, pada tahun 1971 yang pada saat itu belum ada kelas tingkat Aliyah. Selanjuntnya beliau melanjutkan Studinya, untuk memperdalam keilmuannya di Madrasah Darul Ulum Peterongan Jombang dan lulus pada tahun 1971-1973 M. Setelah dari Jombang beliau memperdalam ilmunya di PP. Lirboyo Kediri Jawa Timur pada periode 1974-1977 M di bawah asuhan KH. Mahrus Aly selama 3 tahun, mengikuti jejak Ayahanda yang dulu pernah mondok disana.

Saat telah Dewasa Abah Ubab terkenal dengan Figure yang sangat Baik pada Kawan maupun Lawan, punya rasa Solidaritas yang sanagt Tinggi dan Tawaadhu’. Setelah mengarungi Samudera keilmuan di Tanah Air, tepatnya pada tahun 1980. Abah Ubab melakukan perjalanan keluar negeri untuk memperdalam keilmuanya tepatnya di Madrasah Darut Tauhid Mekkah dalam naungan dan bimbingan dari Sayyid Muhammad bin Muhammad Alawi Al Maliki, Kurang lebih selama 2 tahun belajar di Mekkah, dan pada tahun 1982 kembali ke tanah air untuk Mengamalkan Ilmu yang telah di peroleh dalam memperjuangkan ajaran Syariat Islam.

Setelah Kembali beliau tidak langsung terjun kemasyarakat melainkan memperdalam ilmu pada Ulama-Ulama Indonesia di antaranya KH. Musta’in Romly dari Jombang, KH. Hisyam, dan KH. Mashari. Tetapi tokoh yang paling berpengaruh terhadap pemikiran beliau adalah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dan Ayahandanya sendiri Almagfrulah KH. Maimoen Zubair

Dalam keseharian beliau tidak hanya Mengasuh Pondok Pesanren Al Anwar 2 tapi beliau juga berkiprah di dunia Partai Politik PPP, Partai tersebut adalah salah satu bukti perjuangan Beliau dalam mensyiarkan Agama Islam lewat Dunia Partai Politik, terbukti mulai tahun 1987 sampai sekarang masih Ikut berkiprah sebagai Pengurus  DPC PPP Kabupaten Rembang

 

Beliau selalu berpetuah kepada para Santri-Santri untuk selalu Mencari Ilmu karena “Ilmu itu tidak ada habis habisnya, jika kamu merasa sudah cukup, maka kamu akan merangkak dari bawah lagi” kata Beliau. Ini menjadi sebuah tanda Seru bagi para Santri bahwa Menuntut Ilmu itu sangatlah wajib dan salah satu bentuk dari hal itu adalah Mengaji, Mengaji merupakan sebuah nikmat yang harus kita syukuri karena hanya di sinilah (di Indonesia) kita bisa Mengaji dengan Aman. “Negara paling Aman adalah Indonesia, Pondok Pesantren banyak tersebar di Indonesia. Sebagai Rakyat Indonesia kita harusnya Bersyukur. Coba lihat Palestina, kalian tahu kan Palestina seperti apa? Walau dalam keadaan perang seperti itu rakyat Palestina masih Mengaji . Lalu apa alasan Kita untuk tidak Mengaji..?” dawuh Beliau demikian

Sowan Beliau Syaikhina KH. Abdullah Ubab Maimoen Tanggal 28 Februari 2025.

TIM MEDIA AL ANWAR 2